Pameran franchise Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026 resmi dibuka di Grand City Convex Surabaya pada 11 September 2026 dan berlangsung hingga 13 September 2026. Sekitar 180 merek waralaba dan peluang usaha tampil dalam 89 stand, menjadikannya salah satu ajang temu franchisor dan calon mitra terbesar di Jawa Timur tahun ini. Mengusung tema Grow Beyond Boundaries, pameran ini merupakan bagian dari roadshow nasional IFBC di sejumlah kota besar.

Pameran Franchise sebagai Ruang Temu Franchisor dan Calon Mitra

Pembukaan pameran dihadiri sejumlah tokoh industri waralaba dan pemerintah. Di antaranya Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar, penasihat AFI Jahja B. Soenarjo, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa. Kehadiran unsur pemerintah menunjukkan bahwa waralaba kini dipandang sebagai salah satu jalur untuk memperluas kewirausahaan.

Bagus Rachman menyebut model bisnis waralaba sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia. Ia juga menilai IFBC, yang sudah berjalan lebih dari dua dekade di berbagai kota, dapat menjadi barometer perkembangan industri waralaba nasional. Bagi calon mitra, pameran franchise semacam ini memberi kesempatan membandingkan banyak konsep usaha sekaligus dalam satu tempat. Pengunjung bisa bertanya langsung kepada pemilik merek, melihat contoh produk, dan menilai keseriusan franchisor dalam menjelaskan skema kerja sama, sesuatu yang sulit didapat hanya dari brosur atau iklan di media sosial.

Promo Franchise Fee dan Edukasi Perizinan Usaha

Selama tiga hari penyelenggaraan, banyak stand menawarkan potongan biaya kemitraan dan paket promosi khusus. Di luar area pameran, penyelenggara menyiapkan seminar edukasi yang membahas cara mengembangkan UMKM menjadi usaha waralaba, pengurusan perizinan, hingga pendaftaran dan perlindungan merek. Materi terakhir ini penting karena sengketa merek kerap menjadi batu sandungan ketika sebuah usaha mulai membuka cabang kemitraan.

  • Lokasi: Grand City Convex Surabaya, 11 sampai 13 September 2026.
  • Sekitar 180 merek tampil di 89 stand pameran.
  • Tema yang diusung adalah Grow Beyond Boundaries.
  • Banyak stand menawarkan diskon franchise fee dan promo khusus.
  • Seminar membahas waralaba UMKM, perizinan, serta perlindungan merek.

Meski promo menggiurkan, calon mitra tetap perlu berhitung matang sebelum menandatangani perjanjian. Rekam jejak franchisor, jumlah gerai yang masih aktif, rincian biaya royalti, serta dukungan operasional setelah gerai dibuka adalah hal yang wajib ditanyakan. Diskon di pameran hanya mengurangi modal awal, bukan menjamin usaha akan balik modal.

Ramainya pameran franchise di Surabaya menandakan minat masyarakat untuk memiliki usaha dengan sistem yang sudah teruji masih tinggi. Bagi pemilik merek lokal yang ingin mewaralabakan usahanya, momentum ini sebaiknya diiringi pembenahan fondasi bisnis: legalitas, merek terdaftar, standar operasional tertulis, dan profil usaha yang mudah ditemukan secara online. Calon mitra saat ini cenderung memeriksa website dan jejak digital sebuah brand sebelum memutuskan bergabung, sehingga kredibilitas daring ikut menentukan cepat lambatnya ekspansi kemitraan.

🔗 Sumber: Majalah Franchise Indonesia