Indonesia Shopping Festival 2026 kembali digelar untuk menyemarakkan bulan kemerdekaan, kali ini dengan target yang jauh lebih ambisius. Kementerian Perdagangan membidik nilai transaksi Rp38 triliun selama festival berlangsung pada 7 hingga 23 Agustus 2026. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menyebut realisasi tahun lalu mencapai sekitar Rp25 triliun, sehingga target tahun ini naik lebih dari separuhnya. Festival diikuti 407 pusat perbelanjaan di berbagai daerah, bertambah dari 380 mal pada penyelenggaraan perdana.
Indonesia Shopping Festival 2026 Lebih Panjang, Diskon Mal hingga 80 Persen
Salah satu perubahan penting adalah durasi. Jika sebelumnya festival berlangsung 11 hari, tahun ini diperpanjang menjadi 17 hari. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) yang dipimpin Alphonzus Widjaja menyiapkan potongan harga hingga 80 persen, hadiah, program kuliner, hiburan, serta kegiatan bertema Hari Kemerdekaan untuk menarik pengunjung. Pemerintah juga menggencarkan promosi ke wisatawan dari kawasan ASEAN dan Pasifik, khususnya Australia, agar festival tidak hanya mengandalkan belanja warga lokal. Fokus lainnya adalah mendukung peritel dan UMKM sekaligus menopang konsumsi rumah tangga.
Proyeksi Penjualan Ritel dari Indonesia Shopping Festival
Dari sisi pelaku usaha, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) optimistis program diskon mampu mendongkrak penjualan ritel. Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah memperkirakan produk yang dipromosikan bisa naik penjualannya sekitar 10 hingga 20 persen, sementara transaksi ritel secara keseluruhan diperkirakan tumbuh sekitar 10 persen. Peritel menyiapkan potongan harga untuk produk unggulan di sektor fesyen, restoran, dan salon tanpa merusak struktur harga, ditambah cicilan nol persen dengan kartu kredit.
Waktu penyelenggaraan juga dipilih dengan sengaja. Agustus biasanya menjadi musim sepi bagi ritel setelah libur sekolah usai dan keluarga baru saja mengeluarkan banyak biaya untuk tahun ajaran baru. Festival belanja diharapkan menjadi pemicu perputaran uang di tengah daya beli yang menurut Hippindo belum sepenuhnya pulih. Dengan kata lain, diskon mal selama festival bukan sekadar perayaan, melainkan strategi untuk menjaga arus kunjungan dan omzet penyewa di bulan yang biasanya lesu. Bagi pengelola pusat belanja, keramaian pengunjung juga penting untuk menjaga minat penyewa memperpanjang kontrak.
- Periode festival: 7 sampai 23 Agustus 2026, selama 17 hari.
- Target transaksi Rp38 triliun, naik dari realisasi sekitar Rp25 triliun.
- Diikuti 407 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.
- Diskon hingga 80 persen plus cicilan nol persen.
- Hippindo memperkirakan penjualan produk promo naik 10 sampai 20 persen.
Bagi pemilik usaha, Indonesia Shopping Festival 2026 bukan hanya urusan tenant mal besar. Toko kecil, brand lokal, dan pelaku kuliner bisa menunggangi momentum yang sama dengan promo bertema kemerdekaan, baik di gerai fisik maupun kanal online. Kuncinya ada pada kesiapan: stok yang cukup, harga promo yang tetap menyisakan margin, dan informasi yang mudah ditemukan calon pembeli. Festival belanja nasional menciptakan lonjakan minat, tetapi hanya usaha yang terlihat dan siap melayani yang benar-benar menikmati kenaikan transaksinya.
🔗 Sumber: ANTARA News