Ekspor kosmetik Indonesia terus menunjukkan daya saing di pasar global. Kementerian Perdagangan mencatat nilai ekspor produk kecantikan Indonesia mencapai US$2,05 miliar pada 2025. Capaian ini menjadi latar penyelenggaraan IndoBeauty Expo ke-16 yang berlangsung pada 5 hingga 7 Agustus 2026 di Jakarta. Pameran ini menjadi ajang temu pelaku industri kecantikan dari dalam dan luar negeri, sekaligus panggung bagi merek lokal yang ingin memperluas jaringan distribusi.
IndoBeauty Expo 2026 Jadi Panggung Industri Kecantikan
IndoBeauty Expo 2026 diikuti 65 peserta dari delapan negara, yakni Indonesia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan China. Rangkaian acaranya mencakup pameran produk, seminar, lokakarya, temu bisnis atau business matching, hingga kompetisi. Kehadiran peserta dari Timur Tengah dan Asia Timur menarik dicermati, karena kedua kawasan tersebut dikenal sebagai pasar sekaligus pesaing kuat dalam industri kecantikan. Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag, Deden Muhammad Fajar Shiddiq, menilai industri kosmetik nasional menunjukkan kekuatan daya saing yang meningkat di pasar internasional berkat berbagai upaya promosi dan pameran dagang.
Strategi Kemendag Memperluas Pasar Ekspor Kosmetik Indonesia
Kemendag menjalankan dua jalur penguatan. Di dalam negeri, pemerintah mendorong kemitraan antara pelaku usaha kosmetik skala kecil dan menengah dengan jaringan ritel modern, termasuk Hypermart, agar produk lokal lebih mudah dijumpai konsumen. Di pasar global, strateginya adalah diversifikasi ke negara tujuan nontradisional dengan memanfaatkan perjanjian dagang, serta menyesuaikan produk dengan selera dan regulasi di negara tujuan.
Penyesuaian produk ini sering menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi merek lokal. Setiap pasar punya aturan bahan, label, dan registrasi yang berbeda, belum lagi perbedaan kebutuhan kulit dan iklim. Merek yang sudah terbiasa mengurus izin edar dan sertifikasi di dalam negeri biasanya lebih siap ketika harus memenuhi persyaratan di luar negeri, termasuk untuk pasar yang mengutamakan produk halal. Di sisi lain, brand lokal yang ingin menembus pasar luar negeri juga perlu memikirkan skala produksi dan konsistensi pasokan, karena pembeli dari luar negeri umumnya memesan dalam volume besar dan menuntut kualitas yang sama di setiap pengiriman.
- Ekspor produk kecantikan Indonesia 2025 mencapai US$2,05 miliar.
- IndoBeauty Expo ke-16 digelar 5 sampai 7 Agustus 2026.
- Diikuti 65 peserta dari delapan negara.
- Agenda mencakup pameran, seminar, lokakarya, dan business matching.
- Kemendag dorong kemitraan UKM kosmetik dengan ritel modern.
Tren ekspor kosmetik Indonesia yang menguat membuka peluang bagi brand lokal skala kecil, termasuk yang memulai dari penjualan online. Namun, peluang ekspor menuntut kesiapan yang lebih dari sekadar produk bagus: legalitas, konsistensi kualitas, kapasitas produksi, dan identitas merek yang meyakinkan. Calon pembeli dan distributor luar negeri biasanya menilai kredibilitas merek dari jejak digitalnya, sehingga website resmi dengan informasi produk, sertifikasi, dan kontak bisnis yang jelas bisa menjadi pintu pertama sebelum pertemuan di pameran berlanjut ke kontrak dagang.
🔗 Sumber: Fortune Indonesia