Update Windows 11 September 2026 menjadi salah satu paket pembaruan terbesar yang pernah dirilis Microsoft. Dirilis pada 8 September lewat jadwal rutin Patch Tuesday, pembaruan ini menambal 997 celah keamanan atau CVE, dengan 114 di antaranya berstatus kritis. Microsoft menyebut kini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi lebih banyak kerentanan, yang menjelaskan mengapa jumlah celah yang ditambal melonjak drastis.

Isi Update Windows 11 September 2026

Selain perbaikan keamanan, pembaruan untuk versi 25H2 dan 24H2 membawa fitur yang lama dinanti, yaitu kemampuan memilih posisi dan ukuran taskbar, termasuk memindahkannya ke sisi layar lain. Menu Start juga bisa dipersonalisasi lebih jauh, mulai dari ukurannya hingga opsi menyembunyikan nama dan foto profil. Windows Search dibuat lebih ringkas dengan opsi menyembunyikan saran dari web dan Store. Sementara itu versi 26H1 mendapat peningkatan pencarian yang lebih toleran terhadap salah ketik, isolasi suara pada Voice Access, serta dukungan Windows Hello untuk sensor sidik jari eksternal.

Dari sisi keamanan, satu celah zero-day yang sudah aktif dieksploitasi ikut ditambal, yaitu kerentanan peningkatan hak akses pada komponen Windows Update. Celah seperti ini berbahaya karena memungkinkan penyerang yang sudah masuk ke sistem memperoleh kendali lebih tinggi. Itulah sebabnya pembaruan keamanan bulanan sebaiknya tidak ditunda terlalu lama.

Masalah File History dan Perbaikan Darurat

Namun pembaruan bulan ini tidak berjalan mulus. Microsoft mengakui fitur cadangan bawaan File History bisa berhenti bekerja di sebagian sistem setelah pembaruan dipasang. Gejalanya antara lain cadangan tidak bisa dibuat atau diperbarui, muncul pesan untuk menyambungkan ulang drive padahal drive terpasang, dan waktu cadangan terakhir tidak berubah. Masalah ini memengaruhi sejumlah versi Windows 11 dan Windows 10. Microsoft sebelumnya juga merilis pembaruan darurat untuk mengatasi gangguan Remote Desktop, Hyper-V, dan audio USB, meski masalah audio belum sepenuhnya tuntas.

  • Dirilis 8 September 2026 melalui Patch Tuesday
  • Menambal 997 CVE, 114 di antaranya berstatus kritis
  • Satu zero-day aktif pada komponen Windows Update ikut diperbaiki
  • Fitur baru: posisi dan ukuran taskbar serta kustomisasi menu Start
  • File History dilaporkan gagal membuat cadangan di sebagian sistem

Kasus ini memperlihatkan dilema klasik pengelola komputer. Menunda pembaruan berarti membiarkan celah keamanan terbuka, sementara memasangnya terlalu cepat berisiko memicu gangguan baru. Jalan tengahnya adalah menguji pembaruan di beberapa perangkat lebih dulu, lalu menggulirkannya bertahap ke seluruh komputer kantor. Untuk pengguna rumahan, memasang update Windows 11 September 2026 tetap disarankan, asalkan data penting sudah dicadangkan lebih dulu dengan cara lain di luar File History.

Bagi pelaku usaha dan pemilik website, update Windows 11 September 2026 menjadi pengingat bahwa strategi cadangan tidak boleh bergantung pada satu alat saja. Data penting bisnis, termasuk berkas website dan basis data pelanggan, sebaiknya dicadangkan di lebih dari satu lokasi, misalnya penyimpanan cloud dan hard disk eksternal. Rutin memeriksa apakah cadangan benar-benar berjalan jauh lebih murah dibanding kehilangan data saat terjadi insiden.

🔗 Sumber: BleepingComputer