Pekerja lepas dan pekerja gig economy menghadapi tantangan yang jarang dialami karyawan tetap: penghasilan yang datang tidak dalam jumlah dan waktu yang sama setiap bulan. Bulan ini proyek bisa datang beruntun, bulan berikutnya sepi order tanpa kepastian kapan pekerjaan baru muncul lagi. Ketidakpastian semacam ini membuat pendekatan mengatur uang ala karyawan gajian bulanan sering tidak cocok diterapkan begitu saja.

Tentukan Gaji Sendiri dari Rata-Rata Penghasilan

Salah satu cara yang cukup membantu adalah menghitung rata-rata penghasilan beberapa bulan terakhir, lalu menetapkan angka tersebut sebagai gaji bulanan sendiri, terlepas dari berapa pun proyek yang masuk bulan itu. Kelebihan pendapatan di bulan ramai disimpan sebagai penyangga untuk menutup kekurangan di bulan sepi, sehingga pengeluaran rumah tangga tetap stabil meski sumber penghasilannya naik turun.

  • Hitung rata-rata penghasilan dan jadikan patokan pengeluaran bulanan
  • Bangun dana darurat dengan cakupan lebih panjang dari karyawan tetap
  • Sisihkan persentase tetap dari setiap pembayaran untuk pajak
  • Pisahkan rekening operasional pekerjaan dengan rekening pribadi
  • Diversifikasi sumber klien agar tidak bergantung pada satu proyek besar

Dana darurat menjadi jauh lebih krusial bagi pekerja lepas dibanding karyawan tetap, mengingat tidak ada jaminan pesangon atau gaji bulan berikutnya yang pasti cair. Idealnya dana darurat freelancer disiapkan lebih besar dibanding standar umum, mengingat jeda antar proyek bisa berlangsung lebih lama dari perkiraan, apalagi jika mengandalkan satu atau dua klien utama sebagai sumber penghasilan.

Urusan pajak dan administrasi juga kerap terlewat karena tidak ada bagian HR atau finance yang mengurus otomatis seperti di perusahaan. Freelancer perlu menyisihkan sebagian penghasilan setiap kali menerima pembayaran untuk kewajiban pajak penghasilan, alih-alih menunggu tagihan datang di akhir tahun dan baru sibuk mencari uang yang sebenarnya sudah terpakai untuk kebutuhan lain.

Mengelola keuangan dengan penghasilan tidak tetap memang menuntut disiplin ekstra dibanding sistem gajian bulanan, tapi bukan berarti mustahil dijalankan rapi. Kuncinya ada pada kebiasaan mencatat arus kas secara berkala dan tidak memperlakukan setiap pembayaran proyek sebagai uang yang bebas dibelanjakan seluruhnya begitu masuk rekening.