Biaya pendidikan punya pola yang agak berbeda dibanding pos keuangan lain: nilainya cenderung naik dari tahun ke tahun, dan kebutuhannya datang di titik waktu yang sudah bisa diperkirakan sejak anak lahir. Sayangnya, banyak orang tua baru mulai serius memikirkan dana pendidikan saat anak sudah mendekati usia sekolah, padahal semakin dini disiapkan, semakin ringan beban menabung setiap bulannya.
Hitung Kebutuhan Berdasarkan Jenjang Pendidikan
Langkah awal yang membantu adalah memetakan kebutuhan dana per jenjang, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga jenjang yang lebih tinggi, lengkap dengan perkiraan kenaikan biaya di masing-masing tahap. Dengan gambaran ini, orang tua bisa menentukan target nominal yang lebih realistis dibanding sekadar menabung tanpa angka acuan, sehingga tahu apakah tabungan yang berjalan saat ini sudah mendekati cukup atau masih jauh dari target.
- Petakan kebutuhan biaya per jenjang pendidikan sejak dini
- Pisahkan rekening dana pendidikan dari tabungan umum keluarga
- Sesuaikan instrumen penyimpanan dengan jangka waktu kebutuhan
- Evaluasi dan sesuaikan target setiap ada perubahan biaya sekolah
- Libatkan pasangan dalam perencanaan agar kontribusi berjalan konsisten
Dana pendidikan sebaiknya dipisahkan dari dana darurat maupun tabungan untuk kebutuhan lain, karena tujuannya sangat spesifik dan waktunya sudah bisa diprediksi. Mencampur pos ini dengan tabungan umum berisiko membuat dana pendidikan terpakai untuk kebutuhan mendesak lain yang sebenarnya bisa dicarikan sumber dana terpisah, sehingga saat waktunya tiba, jumlah yang terkumpul justru tidak sesuai rencana awal.
Instrumen yang dipakai untuk menyiapkan dana ini bisa disesuaikan dengan jangka waktu kebutuhan. Untuk kebutuhan jangka pendek seperti biaya masuk sekolah dasar yang tinggal beberapa tahun lagi, instrumen dengan risiko rendah lebih cocok dipilih. Sementara untuk kebutuhan jangka panjang seperti biaya kuliah yang masih belasan tahun lagi, ada ruang lebih besar untuk mempertimbangkan instrumen dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi, selama orang tua memahami risiko yang menyertainya.
Menunda persiapan dana pendidikan sampai anak benar-benar mendekati usia sekolah biasanya berujung pada beban menabung yang jauh lebih berat dalam waktu singkat, atau bahkan terpaksa mencari pinjaman saat waktu pendaftaran tiba. Memulai sejak anak masih balita, meski dengan nominal kecil, memberi waktu yang jauh lebih panjang bagi dana tersebut untuk tumbuh dan mencapai target yang dibutuhkan.