Sebagian orang mulai berinvestasi karena mendengar temannya untung besar dari saham tertentu, lalu ikut membeli tanpa rencana yang jelas. Goal-based investing menawarkan pendekatan berbeda: setiap rupiah yang diinvestasikan punya tujuan yang sudah ditentukan sejak awal, entah untuk membeli rumah, membiayai pendidikan anak, atau menyiapkan masa pensiun.
Memecah Portofolio Berdasarkan Tujuan
Metode ini dimulai dari pertanyaan sederhana, yaitu uang ini untuk apa dan kapan dibutuhkan. Jawaban atas dua pertanyaan tersebut menentukan jenis instrumen yang cocok dipakai. Tujuan jangka pendek seperti dana pendidikan anak yang akan masuk sekolah tahun depan sebaiknya ditempatkan pada instrumen dengan risiko rendah, sementara tujuan jangka panjang seperti pensiun 20 tahun lagi punya ruang lebih besar untuk mengambil risiko demi potensi imbal hasil yang lebih tinggi.
- Tentukan tujuan spesifik dan nominal yang dibutuhkan
- Hitung jangka waktu pencapaian tujuan tersebut
- Pilih instrumen sesuai profil risiko dan horizon waktu
- Pisahkan rekening atau produk investasi per tujuan
- Tinjau dan sesuaikan alokasi secara berkala
Praktiknya, goal-based investing sering diterapkan dengan memisahkan portofolio menjadi beberapa kantong sesuai tujuan masing-masing. Kantong dana darurat dan kebutuhan jangka pendek biasanya diisi deposito atau reksa dana pasar uang. Kantong dana pendidikan bisa memakai kombinasi reksa dana pendapatan tetap dan campuran, sedangkan kantong dana pensiun yang horizonnya paling panjang bisa diisi saham atau reksa dana saham dalam porsi lebih besar.
Cara ini membantu menghindari kebingungan ketika pasar sedang bergejolak. Ketika harga saham turun tajam, seseorang yang dananya untuk pensiun 15 tahun lagi tidak perlu panik menjual, karena horizon waktunya masih panjang. Sebaliknya, dana untuk kebutuhan tiga bulan ke depan memang seharusnya sudah aman di instrumen minim risiko sejak awal, bukan ditaruh di saham yang harganya bisa naik turun tajam.
Goal-based investing juga memudahkan evaluasi keberhasilan. Alih-alih membandingkan portofolio dengan indeks pasar secara umum, ukuran keberhasilannya adalah apakah target dana tercapai tepat waktu sesuai kebutuhan. Pendekatan ini cocok untuk siapa saja yang ingin investasinya punya arah jelas, bukan sekadar ikut tren tanpa tahu untuk apa uang tersebut akhirnya dipakai.