Jaringan 5G XLSmart bersiap melebar ke lebih banyak daerah setelah operator ini memenangi lelang frekuensi yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital tahun ini. Dalam paparan awal September 2026, XLSmart menaikkan target cakupan layanan 5G dari 88 menjadi 101 kota dan kabupaten hingga akhir tahun. Tambahan spektrum baru dinilai menjadi kunci agar layanan 5G tidak lagi terasa seperti 4G yang sekadar berganti logo.

Spektrum Baru Percepat Ekspansi Jaringan 5G XLSmart

Frekuensi 2,6 GHz yang dimenangkan XLSmart mulai diaktifkan pada 5 Agustus 2026, dan seluruh site 5G perusahaan disebut sudah menyala dalam waktu sekitar tiga minggu. Hingga semester pertama 2026, layanan 5G XLSmart tersedia di lebih dari 50 kota dengan sekitar 15.000 BTS 5G dan cakupan populasi nasional kira-kira 23 persen. Dengan target baru, jangkauannya diproyeksikan menyentuh lebih dari separuh populasi, termasuk wilayah seperti Lombok dan Malang yang masuk daftar ekspansi.

Untuk mendukung rencana tersebut, belanja modal 2026 dinaikkan dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun. Dana ini ikut menopang jaringan yang secara total mencakup lebih dari 265.000 BTS. Direktur sekaligus Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys menekankan bahwa perluasan 5G tidak dimaksudkan hanya di titik-titik tertentu, melainkan agar layanan 5G dan 4G hadir berdampingan di lokasi yang sama sehingga pengalaman pelanggan lebih konsisten.

Target Nasional dan Persaingan Operator

Lelang pita 700 MHz dan 2,6 GHz tahun ini dimenangkan tiga operator besar, yakni Telkomsel, Indosat, dan XLSmart. Pemerintah menargetkan cakupan populasi 5G nasional naik bertahap dalam lima tahun, dimulai dari minimal 20 persen pada tahun pertama hingga 51 persen pada tahun kelima. Target agresif XLSmart menunjukkan persaingan operator kini bergeser dari sekadar perang harga paket data ke kualitas dan luas jangkauan jaringan generasi terbaru.

  • Target 5G XLSmart naik dari 88 menjadi 101 kota dan kabupaten di akhir 2026
  • Frekuensi 2,6 GHz aktif sejak 5 Agustus 2026
  • Saat ini ada sekitar 15.000 BTS 5G dengan cakupan populasi sekitar 23 persen
  • Belanja modal 2026 naik dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun
  • Pemerintah menargetkan cakupan 5G nasional 51 persen dalam lima tahun

Bagi konsumen, perluasan jaringan 5G XLSmart dan operator lain yang lebih merata berarti kecepatan unduh yang lebih stabil, latensi lebih rendah, dan pengalaman streaming maupun gim daring yang lebih lancar. Bagi dunia usaha, konektivitas yang lebih andal membuka ruang bagi layanan yang selama ini terhambat jaringan, seperti transaksi real-time di toko, pemantauan stok berbasis internet, hingga rapat video tanpa putus-putus.

Pemilik website juga perlu membaca perkembangan jaringan 5G XLSmart sebagai peluang sekaligus tantangan. Pengunjung yang terbiasa dengan internet cepat akan makin tidak sabar terhadap situs yang lambat dimuat. Karena itu optimasi kecepatan, desain yang ramah ponsel, dan hosting yang andal tetap wajib, sebab jaringan secepat apa pun tidak bisa menutupi website yang berat dan tidak efisien.

🔗 Sumber: CNBC Indonesia