Investasi data center AI di Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar Rp360 triliun atau setara US$15 miliar hingga US$20 miliar. Angka tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pemberitaan CNBC Indonesia pada 13 Juli 2026. Dana sebesar itu diharapkan menambah kapasitas pusat data nasional hingga 1,3 gigawatt, jauh melampaui kapasitas yang ada saat ini.

Peta Kapasitas dan Sebaran Pusat Data

Saat ini kapasitas pusat data di Indonesia tercatat sekitar 580 MW, dengan asumsi biaya pembangunan kira-kira US$1 juta per megawatt. Secara nasional terdapat 182 pusat data, dan sebaran terbesarnya berada di Jakarta dengan 94 fasilitas, disusul Batam dengan 16 fasilitas. Karawang juga disiapkan sebagai kawasan ekspansi baru. Konsentrasi di Jakarta menunjukkan bahwa pemerataan infrastruktur digital masih menjadi pekerjaan rumah, meski Batam mulai tumbuh berkat kedekatannya dengan Singapura.

Kebutuhan energi menjadi faktor penting, karena pusat data untuk kecerdasan buatan menyerap listrik dalam jumlah sangat besar. Pemerintah mengaitkan pengembangan ini dengan target kapasitas energi terbarukan, termasuk rencana pembangkit tenaga surya dan energi campuran hingga 100 GW. Tanpa pasokan listrik bersih yang memadai, investor global yang punya komitmen emisi rendah akan berpikir dua kali sebelum menanamkan modal.

Nvidia, Arm, dan Danantara dalam Investasi Data Center AI

Sejumlah nama besar teknologi ikut disebut. Arm Ltd bekerja sama dengan Nvidia dan Danantara, serta bersedia melatih dan merekrut 15.000 insinyur di ekosistemnya, mulai dari teknologi semikonduktor, chip, hingga pusat data AI. Firmus Technologies asal Australia dan PT Telkom juga masuk dalam daftar pihak yang terlibat. Indonesia sendiri disebut sebagai pasar AI terbesar keempat di Asia setelah China, India, dan Jepang, posisi yang membuat investor melihat potensi permintaan jangka panjang. Kombinasi pasar yang besar, populasi muda, dan adopsi digital yang cepat menjadi daya tarik utama investasi data center AI di Tanah Air dibanding negara tetangga yang pasarnya lebih kecil.

  • Proyeksi investasi sekitar Rp360 triliun atau US$15 miliar hingga US$20 miliar.
  • Kapasitas eksisting sekitar 580 MW, direncanakan bertambah 1,3 GW.
  • Terdapat 182 pusat data nasional, 94 di antaranya di Jakarta.
  • Arm, Nvidia, dan Danantara menyiapkan 15.000 insinyur.
  • Indonesia disebut pasar AI terbesar keempat di Asia.

Bagi pelaku usaha, gelombang investasi data center AI ini bisa membuka akses ke layanan komputasi yang lebih dekat dan berpotensi lebih terjangkau. Startup yang ingin menjalankan model AI, perusahaan yang butuh penyimpanan data sesuai aturan lokal, hingga pemilik website dengan trafik besar akan punya lebih banyak pilihan penyedia di dalam negeri. Tantangannya ada pada talenta dan energi; tanpa keduanya, pusat data hanya akan menjadi gedung berisi server tanpa ekosistem yang tumbuh di sekitarnya. Karena itu, program pelatihan insinyur yang dijanjikan patut dikawal realisasinya.

🔗 Sumber: CNBC Indonesia