Hasil lelang frekuensi 5G yang ditunggu industri telekomunikasi akhirnya diumumkan. Kementerian Komunikasi dan Digital menetapkan pemenang seleksi pita 700 MHz dan 2,6 GHz pada 21 Juli 2026, menutup proses yang sudah bergulir sejak April. Tiga operator besar, yakni Telkomsel, Indosat, dan XLSmart, sama-sama mengantongi tambahan spektrum, tetapi dengan porsi yang berbeda di masing-masing pita.

Pembagian Pita 700 MHz dan 2,6 GHz

Di pita 700 MHz, XLSmart memperoleh blok terbesar sebesar 30 MHz, sementara Telkomsel dan Indosat masing-masing mendapat 20 MHz. Situasinya berbalik di pita 2,6 GHz: Telkomsel meraih 80 MHz, Indosat 60 MHz, dan XLSmart 50 MHz. Kombinasi dua pita ini saling melengkapi. Frekuensi rendah seperti 700 MHz mampu menjangkau area luas dan menembus bangunan, cocok untuk daerah pedesaan, sedangkan 2,6 GHz menawarkan kapasitas besar untuk kawasan padat yang haus data.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut spektrum frekuensi sebagai infrastruktur dasar sekaligus fondasi utama transformasi digital nasional. Dari sisi keuangan negara, hasil seleksi ini diproyeksikan menyumbang penerimaan awal sekitar Rp6 triliun dan dapat mencapai Rp30 triliun dalam sepuluh tahun. Pemerintah juga sudah menyiapkan langkah berikutnya, yaitu penataan pita 900 MHz serta kajian pemanfaatan pita 3,5 GHz. Pita 3,5 GHz selama ini dipandang ideal untuk 5G berkapasitas tinggi, sehingga kelanjutannya akan menentukan seberapa cepat kualitas 5G di kota besar bisa menyamai negara tetangga.

Kewajiban Pemenang Lelang Frekuensi 5G dan Target Cakupan

Spektrum baru ini tidak datang tanpa syarat. Para pemenang diwajibkan menghadirkan layanan 4G berkualitas di 538 desa dan kelurahan yang selama ini belum terjangkau sinyal atau kualitasnya lemah. Untuk jaringan generasi kelima, operator harus memperluas cakupan 5G hingga minimal 51 persen populasi nasional pada tahun kelima. Target kecepatan pita lebar seluler 100 Mbps pada 2029 juga ikut dipasang sebagai tolok ukur. Dengan kewajiban seperti ini, lelang frekuensi 5G kali ini tidak semata soal siapa membayar paling mahal, melainkan juga soal komitmen membangun jaringan sampai ke wilayah yang secara bisnis kurang menarik bagi operator.

  • Pemenang pita 700 MHz: XLSmart 30 MHz, Telkomsel 20 MHz, Indosat 20 MHz.
  • Pemenang pita 2,6 GHz: Telkomsel 80 MHz, Indosat 60 MHz, XLSmart 50 MHz.
  • Kewajiban layanan 4G di 538 desa dan kelurahan minim sinyal.
  • Cakupan 5G minimal 51 persen populasi pada tahun kelima.
  • Proyeksi penerimaan negara Rp6 triliun di awal dan Rp30 triliun dalam sepuluh tahun.

Bagi konsumen dan pelaku usaha, hasil lelang frekuensi 5G ini adalah kabar baik yang dampaknya baru akan terasa bertahap. Jaringan yang lebih lebar berarti akses website, aplikasi kasir berbasis cloud, hingga siaran langsung penjualan bisa berjalan lebih stabil, termasuk di daerah yang selama ini tertinggal. Pemilik bisnis online sebaiknya bersiap sejak sekarang: pastikan website ringan dan responsif di perangkat seluler, karena pelanggan baru dari wilayah yang baru terhubung kemungkinan besar datang lewat ponsel, bukan komputer.

🔗 Sumber: Medcom.id