Pergerakan logam mulia sepanjang Juli 2026 cenderung naik turun dalam rentang sempit. Pada 31 Juli 2026, harga emas Antam batangan ukuran satu gram dibanderol Rp2.623.000, naik Rp7.000 dari hari sebelumnya. Harga pembelian kembali atau buyback juga naik Rp17.000 menjadi Rp2.398.000 per gram.
Pergerakan Harga Emas Antam Sepanjang Akhir Juli
Sepekan sebelumnya, suasananya sempat muram. Pada 24 Juli 2026, harga emas Antam anjlok Rp35.000 ke Rp2.605.000 per gram, sementara harga buyback turun lebih dalam, yakni Rp50.000 ke Rp2.345.000. Tekanan saat itu datang dari pasar global: harga emas spot merosot 2,1 persen ke 4.041,59 dolar AS per ons karena kenaikan harga minyak mendorong imbal hasil obligasi naik, di tengah kekhawatiran bank sentral sulit menurunkan suku bunga akibat inflasi yang membandel.
Menjelang akhir bulan, arah berbalik. Harga emas spot naik 1,1 persen ke 4.109,94 dolar AS per ons, dan kontrak berjangka untuk pengiriman Agustus menguat 1,9 persen ke 4.108,30 dolar AS. Pelemahan dolar AS sebesar 0,9 persen membuat emas kembali lebih menarik bagi pembeli dari luar Amerika. Pola ini memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh dolar dan arah suku bunga global terhadap harga logam mulia di dalam negeri, bahkan dalam hitungan hari.
Masih Jauh dari Rekor Tertinggi Januari 2026
Meski sempat pulih, harga emas batangan ini masih jauh dari puncaknya. Rekor tertinggi sepanjang masa tercatat pada 29 Januari 2026 di level Rp3.168.000 per gram. Dibandingkan posisi akhir Juli, harganya masih sekitar 17 persen di bawah rekor tersebut, sehingga pembeli yang masuk di puncak Januari masih menanggung kerugian di atas kertas.
- 31 Juli 2026: Rp2.623.000 per gram, buyback Rp2.398.000.
- 24 Juli 2026: turun Rp35.000 ke Rp2.605.000 per gram.
- Ukuran 5 gram Rp12.890.000 dan 10 gram Rp25.725.000.
- Ukuran 1 kilogram Rp2.563.600.000.
- Rekor tertinggi Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026.
Kenaikan harga emas juga terasa di data makro. Dalam rilis inflasi Juli 2026, BPS mencatat emas perhiasan sebagai pendorong utama kenaikan harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Dengan kata lain, mahalnya emas tidak hanya dirasakan investor, tetapi juga konsumen yang membeli perhiasan untuk keperluan pribadi maupun acara keluarga.
Pelajaran dari Selisih Harga Jual dan Buyback
Satu hal yang sering luput dari perhatian pembeli pemula adalah selisih antara harga jual dan harga buyback. Pada 31 Juli, selisihnya mencapai Rp225.000 per gram atau sekitar 8,6 persen. Artinya, emas yang dibeli hari ini baru impas bila harga buyback naik setidaknya sebesar itu, sehingga emas batangan lebih cocok untuk tujuan jangka menengah hingga panjang, bukan untuk jual beli cepat.
Bagi rumah tangga maupun pelaku usaha yang menyisihkan sebagian kas ke logam mulia, harga emas Antam yang bergejolak mengikuti isu geopolitik dan arah suku bunga AS menjadi alasan untuk membeli secara bertahap. Emas tetap berguna sebagai pelindung nilai, tetapi porsinya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas dan tidak menggantikan dana darurat dalam bentuk tunai.
🔗 Sumber: Liputan6.com