Grab akuisisi Atome menjadi salah satu kesepakatan teknologi finansial terbesar di Asia Tenggara tahun ini. Pada pertengahan September 2026, Grab mengumumkan pembelian 60 persen saham Atome Financial senilai US$1,49 miliar atau sekitar Rp26,4 triliun. Transaksi ini dilakukan melalui kesepakatan dengan Advance Intelligence Group, induk usaha Atome, dan menandai langkah agresif Grab memperbesar bisnis layanan keuangannya.
Skema Grab Akuisisi Atome dan Target Bisnisnya
Kesepakatan ini tidak berhenti pada 60 persen saham. Grab juga berencana membeli sisa 40 persen saham Atome dalam waktu sekitar dua tahun, dengan nilai yang ditentukan berdasarkan kinerja keuangan Atome, termasuk EBITDA dan pendapatan. Secara keseluruhan, valuasi Atome diperkirakan berada di kisaran US$2 miliar hingga US$4,5 miliar. Penyelesaian transaksi ditargetkan pada kuartal ketiga 2027 setelah mendapatkan persetujuan regulator.
Atome dikenal sebagai platform buy now pay later atau paylater yang berbasis di Singapura dan beroperasi di sejumlah negara Asia Tenggara. Melalui akuisisi ini, Grab menargetkan portofolio pinjamannya menembus lebih dari US$6 miliar pada 2028, naik dua kali lipat dari target sebelumnya sebesar US$3 miliar. Ekspansi layanan akan difokuskan ke pasar seperti Filipina, Indonesia, dan Thailand.
Dampak bagi Pasar Paylater Indonesia
Di Indonesia, Grab sudah menjalankan lembaga pemberi pinjaman digital berlisensi. Kehadiran Atome diharapkan melengkapi layanan tersebut, terutama untuk skema cicilan di merchant ritel dan online. Kombinasi data transaksi ekosistem Grab yang luas dengan teknologi penilaian kredit milik Atome berpotensi mempercepat penyaluran kredit konsumen, sekaligus memperketat persaingan dengan pemain paylater lain yang sudah lebih dulu besar di pasar domestik.
- Grab membeli 60 persen saham Atome senilai US$1,49 miliar
- Sisa 40 persen saham direncanakan dibeli sekitar dua tahun kemudian
- Valuasi Atome diperkirakan US$2 miliar hingga US$4,5 miliar
- Penyelesaian transaksi ditargetkan kuartal ketiga 2027
- Target portofolio pinjaman Grab di atas US$6 miliar pada 2028
Langkah ini menegaskan bahwa perusahaan super app kini melihat layanan keuangan sebagai sumber pertumbuhan utama, bukan sekadar pelengkap transportasi dan pesan antar makanan. Tantangannya ada pada pengelolaan risiko kredit dan perlindungan konsumen, mengingat penggunaan paylater yang tidak terkendali bisa memicu masalah utang di kalangan pengguna muda. Pengawasan regulator akan sangat menentukan arah pasar ini ke depan. Di Indonesia, proses Grab akuisisi Atome juga akan dicermati dari sisi persaingan usaha, mengingat Grab sudah memiliki basis pengguna yang sangat besar di layanan transportasi, pesan antar, dan pembayaran digital.
Bagi pelaku usaha dan pemilik toko online, kabar Grab akuisisi Atome menunjukkan bahwa opsi pembayaran cicilan akan makin mudah dijangkau konsumen. Menyediakan metode paylater di halaman checkout dapat membantu menaikkan nilai transaksi, terutama untuk produk dengan harga menengah ke atas. Namun bisnis tetap perlu menampilkan informasi biaya dan syarat secara transparan, agar pelanggan merasa aman dan kepercayaan terhadap toko tetap terjaga.
🔗 Sumber: Kompas.com