Satu baris di laporan laba rugi, yaitu angka paling bawah yang menunjukkan untung atau rugi, kerap jadi satu-satunya bagian yang benar-benar dibaca pemilik usaha kecil. Angka itu sebenarnya hasil akhir dari beberapa komponen yang masing-masing menyimpan informasi penting, dan tanpa memahami komponen-komponen tersebut, sulit menentukan bagian mana dari bisnis yang sebenarnya perlu diperbaiki ketika keuntungan mulai menipis.

Tiga Komponen Utama yang Perlu Dipahami

Laporan laba rugi secara sederhana terdiri dari pendapatan, harga pokok penjualan atau biaya produksi, dan biaya operasional. Pendapatan adalah seluruh uang yang masuk dari penjualan sebelum dikurangi apa pun. Harga pokok penjualan mencakup biaya langsung untuk menghasilkan produk atau jasa yang dijual, sementara biaya operasional mencakup pengeluaran di luar produksi seperti sewa tempat, gaji karyawan, dan biaya pemasaran.

  • Cek dulu total pendapatan sebelum melihat angka laba di bagian bawah
  • Bandingkan harga pokok penjualan dengan pendapatan untuk melihat margin kotor
  • Pisahkan biaya operasional agar tahu pos mana yang paling banyak menyerap uang
  • Bandingkan laporan bulan ini dengan bulan sebelumnya, bukan hanya melihat satu periode
  • Tanyakan ke akuntan atau pembukuan jika ada pos yang tidak dipahami

Selisih antara pendapatan dan harga pokok penjualan disebut laba kotor, dan angka ini menunjukkan seberapa sehat margin dasar dari produk atau jasa yang dijual sebelum dikurangi biaya operasional. Jika laba kotor sudah tipis di tahap ini, biasanya masalahnya ada pada harga jual yang terlalu rendah atau biaya produksi yang terlalu tinggi, dan perbaikan di sisi operasional saja tidak akan cukup menyelesaikan persoalan.

Setelah biaya operasional dikurangkan dari laba kotor, barulah muncul laba bersih atau kadang disebut laba operasional, tergantung apakah masih ada pos lain seperti bunga pinjaman atau pajak yang belum diperhitungkan. Pemilik usaha pemula sering kaget melihat laba bersih jauh lebih kecil dari laba kotor, padahal itu wajar terjadi kalau biaya operasional memang cukup besar dibanding skala usahanya.

Memahami laporan laba rugi bukan keahlian yang hanya dibutuhkan akuntan atau investor besar. Bagi pemilik usaha pemula, kemampuan membaca laporan ini membantu mengambil keputusan yang lebih tepat sasaran, entah itu menaikkan harga jual, memangkas biaya tertentu, atau justru berhenti menjual produk yang ternyata selama ini tidak benar-benar menguntungkan meski laris di pasaran.