Kepastian soal pucuk pimpinan bank sentral mulai terlihat setelah pemerintah menyerahkan nama calon Gubernur BI ke parlemen. Pada Senin, 10 Agustus 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyerahkan surat presiden kepada Ketua DPR Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Isinya hanya satu nama, yakni Destry Damayanti, yang saat itu menjabat sebagai pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia.
Perry Warjiyo Mundur, Kursi Gubernur BI Sempat Kosong
Pengajuan ini tidak lepas dari kejutan pada akhir Juli. Perry Warjiyo mengajukan surat pengunduran diri pada 25 Juli 2026, padahal masa jabatannya semestinya baru berakhir pada 2028. Pengumuman resminya disampaikan Mensesneg pada 27 Juli dalam konferensi pers bersama anggota Dewan Gubernur BI, dengan penjelasan bahwa pengunduran diri dilakukan secara sukarela karena alasan pribadi tanpa rincian lebih jauh.
Waktunya terbilang sensitif. Saat kabar itu keluar, rupiah sedang tertekan dan hampir kembali menyentuh Rp18.000 per dolar AS, jauh dari asumsi APBN 2026 di level Rp16.500. Kekosongan pimpinan definitif di tengah gejolak kurs tentu memunculkan pertanyaan di pasar, sehingga Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti langsung ditunjuk sebagai pejabat gubernur sementara.
Tahapan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI di DPR
Dua hari setelah surat diterima, Puan Maharani menjelaskan bahwa surat presiden tidak hanya memuat calon Gubernur BI. Pemerintah juga mengusulkan Aida S Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior, serta Solikin M Juhro dan M Anwar Bashori sebagai calon deputi gubernur. Proses di DPR baru dimulai setelah pembukaan masa sidang pada 14 Agustus 2026.
- Surat presiden diserahkan ke pimpinan DPR pada 10 Agustus 2026.
- Destry Damayanti menjadi satu-satunya nama untuk posisi gubernur.
- Komisi XI DPR menjalankan uji kelayakan dan kepatutan setelah masa sidang dibuka.
- Paket usulan turut mencakup calon Deputi Gubernur Senior dan dua deputi gubernur.
- Pelantikan dilakukan setelah DPR memberikan persetujuan.
Pasar menyambut langkah ini dengan cukup tenang. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi, seperti dikutip Antara, menilai penunjukan Destry sebagai calon tunggal membantu meredakan kekhawatiran soal kepemimpinan bank sentral, meski rupiah tetap tertekan faktor geopolitik. Figur yang sudah berada di dalam Dewan Gubernur dianggap menjamin kesinambungan kebijakan moneter, terutama di saat BI sedang berupaya menarik kembali modal asing.
Mengapa Independensi Bank Sentral Penting bagi Masyarakat
Pergantian pimpinan bank sentral bukan sekadar urusan elite. Keputusan suku bunga, intervensi valas, hingga aturan sistem pembayaran digital bermuara pada bunga kredit, harga barang impor, dan kelancaran transaksi sehari-hari. Karena itu, investor biasanya memantau apakah proses seleksi berjalan transparan dan apakah calon pemimpin mampu menjaga independensi bank sentral dari tekanan politik.
Bagi pelaku usaha dan pemilik bisnis online yang bergantung pada bahan baku atau layanan berbasis dolar, kepastian soal calon Gubernur BI mengurangi satu sumber ketidakpastian. Namun, kepastian nama belum otomatis membuat rupiah kembali kuat. Yang lebih menentukan adalah arah kebijakan setelah pelantikan, konsistensi komunikasi bank sentral, dan kemampuannya meyakinkan pasar bahwa stabilitas tetap menjadi prioritas utama.
🔗 Sumber: Okezone.com