UMKM yang mulai merambah pasar ekspor sering menghadapi kebingungan teknis yang tidak terduga begitu memutuskan menambahkan versi bahasa asing di website mereka. Menerjemahkan halaman saja ternyata tidak cukup, karena Google bisa salah menampilkan versi bahasa yang tidak sesuai ke pengunjung tertentu, misalnya calon pembeli di Amerika malah diarahkan ke halaman berbahasa Indonesia, atau sebaliknya. Di sinilah hreflang berperan sebagai penanda teknis yang memberi tahu mesin pencari versi bahasa mana yang cocok ditampilkan untuk pengguna di wilayah tertentu.

Masalah yang Muncul Saat Website Punya Banyak Bahasa

Hreflang adalah atribut yang disisipkan di kode halaman untuk menunjukkan hubungan antar versi bahasa dari konten yang sama. Setiap halaman perlu menyebutkan kode bahasa sekaligus kode negara, seperti en-us untuk bahasa Inggris versi Amerika atau id-id untuk bahasa Indonesia versi lokal, lalu saling menautkan satu sama lain sebagai halaman alternatif. Tanpa penandaan ini, Google akan menebak sendiri versi mana yang relevan, dan tebakan tersebut tidak selalu tepat terutama untuk domain yang baru menambahkan bahasa kedua.

  • Tentukan target negara dan bahasa yang benar-benar relevan
  • Pasang atribut hreflang dengan kode bahasa dan negara yang akurat
  • Pastikan tautan hreflang antar halaman saling berbalasan
  • Sertakan tag x-default untuk pengunjung di luar kategori bahasa
  • Riset kata kunci lokal, jangan andalkan terjemahan harfiah

Kesalahan implementasi hreflang termasuk hal yang cukup sering terjadi, terutama pada website yang dibangun tanpa bantuan developer berpengalaman di SEO internasional. Kesalahan umum meliputi tautan hreflang yang tidak saling berbalasan antar halaman, kode bahasa yang salah ketik, atau lupa menyertakan tag x-default untuk pengunjung yang bahasanya tidak sesuai kategori manapun yang tersedia. Kesalahan semacam ini bisa membuat Google mengabaikan seluruh penandaan hreflang yang sudah susah payah dipasang.

Selain aspek teknis hreflang, UMKM yang serius menggarap pasar ekspor juga perlu memperhatikan penyesuaian konten yang lebih dalam dari sekadar terjemahan kata per kata. Istilah pencarian yang dipakai calon pembeli di negara tujuan bisa sangat berbeda dari terjemahan harfiah, sehingga riset kata kunci lokal tetap diperlukan untuk setiap bahasa yang ditargetkan. Detail seperti mata uang, satuan ukuran, dan cara penyampaian harga juga sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan pasar setempat.

Membangun website multibahasa yang solid memang menuntut usaha lebih dibanding sekadar menjalankan bisnis di pasar domestik saja. Namun bagi UMKM yang produknya punya potensi diminati pembeli internasional, investasi pada struktur hreflang yang benar sejak awal akan jauh lebih hemat waktu dibanding harus membenahi struktur website yang sudah telanjur berantakan setelah trafik dari luar negeri mulai berdatangan.